Stock

Langkah-Langkah untuk Memulai Saham

August 23, 2017

Dalam blogpost kali ini aku mau bahas langkah-langkah yang perlu kalian ketahui untuk memulai berinvestasi saham.

  1. Membuat Rekening Saham

Untuk bisa membeli saham di bursa saham Indonesia, kalian harus membuat sebuah rekening saham. Nah kalian bisa pergi ke Perusahaan Sekuritas untuk membuka rekening saham. Saran aku, kalian bisa buka di Perusahaan Sekuritas yang dimiliki oleh pemerintah (entahlah I feel lebih safe sih). Kalian bisa cek di BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan lain-lain. Kalau aku sendiri pakai Mandiri dan Danareksa Sekuritas. Dari segi bentuk aplikasi aku lebih suka memakai punya Mandiri yang bernama MOST. Kalau punya Danareksa terkesan lebih ribet sih. Biasanya tiap sekuritas mempunyai syarat sendiri – sendiri untuk minimal nominal rekening awal. Jangan lupa membawa KTP, NPWP, sama beberapa uang tunai untuk bayar uang materai. Kalau mau daftar di Mandiri, kalian harus punya rekening tabungan Mandiri, jadi biasanya harus daftar dulu jadi nasabahnya.

  1. Apakah kamu seorang INVESTOR atau TRADER?

Sebelum membeli sebuah saham, kalian perlu tau apakah kalian seorang INVESTOR atau TRADER?  Jika kalian tau, salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett adalah seorang investor. Dia berinvestasi di perusahaan yang kedepannya mempunyai prospek yang bagus. Seorang trader hanya berpikir jangka pendek. Profit 1-2% sudah di jual. Seorang trader keuntungannya ga akan sebesar seorang investor. Dulu aku mainnya juga seperti trader, sedikit profit langsung aku jual. Tapi lama-lama stress kena pressure terus pada banyak merah semua. Sekarang aku lagi belajar buat jadi investor seperti Warren Buffett. Tapi biasanya, untuk saham-saham yang gak berkapitalisasi besar mempunyai votality (gampang naik atau turun) yang tinggi. Biasanya saham-saham ini cocok untuk jangka pendek daripada jangka panjang sih. Contoh saham yang biasanya mempunyai votality tinggi itu seperti commodity oil, batubara, etc.

  1. Memilih Saham yang Tepat

Untuk pemula, aku saranin untuk memilih perusahaan yang well-known atau berkapitalisasi besar. Nah, biasanya orang-orang nyebutnya saham Blue Chips. Investasi di saham blue chip tidak terlalu beresiko karena lebih stabil pergerakannya. Contoh saham-saham Blue chips di Indonesia ada TLKM milik PT. Telekmunikasi Indonesia, UNVR milik PT. Unilever Indonesia, ASII milik PT. Astra International, BBCA dari PT. Bank Central Asia, INDF dari PT. Indofood Sukses Makmur, dan seterusnya.

  1. 3M – Mind, Money Management, dan Method

Dalam berinvestasi saham kalian harus inget yang namanya 3M. Apa itu 3M? 3M ini terdiri dari Mind, Money Management, dan Method. Untuk seseorang supaya bisa sukses dalam dunia saham, perlu banget bagi kalian untuk mengerti psikologi trading 3M ini. Mind sebenarnya bagaimana kita memanage emosi dan pikiran kita. Menurutku mind ini paling banget pengaruh sama psikologi seorang investor atau trader. Kadang semisal ada orang bilang eh beli saham ini bagus dll, kita pasti secara gak sengaja akan ikut2an beli. Nah ini nih yang gak boleh. Kita gak boleh gampang terpengaruh sama apa kata orang. Dulu aku pernah ikut2an apa kata orang, alhasil malah jadi rugi bukan untung. Terus, kita juga gak boleh GREEDY. Ini penting banget. Sebagai manusia, wajar kok kalau kita pingin untung. Tapi, kita gak boleh serakah. GREEDY dapat menyebabkan kita jadi gak fokus dalam trading dan mempengaruhi kita untuk asal beli saham. Bukannya untung malah kita ntar jadi rugi.

Money Management adalah bagaimana kita mengelola dana atau portfolio kita. Kita harus mengatur dengan benar risk/reward ratio. Saat kita membeli sebuah saham, kita harus sudah mengukur besarnya profit yang bakal kita dapat dan loss yang akan kita cut. Contohnya: Kita beli saham di angka 2280, tapi ternyata sahamnya turun deh. Nah saat turun ini kita harus siap2 cut. Semisal kita menentukan angka cut di 1980, jadi waktu angka menyentuh angka 1980 kita sudah jual. Waktu awal mula aku belajar saham, aku gak ngerti hal beginian. Aku banyak beli asal yang penting untung cepet tapi gak hitung dengan benar resiko yang bakal aku terima. Alhasil, saham2 aku banyak yang masih rugi. Jadi pengalaman ini aku bisa sharing ke kalian, supaya kalian bisa ikut belajar. Selanjutnya, Method, adalah cara atau strategi yang akan kita gunakan saat trading. Ada beberapa contoh method yang bisa kita pakai. Contohnya; teknikal, fundamental, dan keadaan pasar saat itu. Technical analysis ini biasanya berpacu pada laporan keuangan dari perusahaan. Sementara fundamental analysis lebih ke arah ekonominya seperti berita-berita pada hari itu, informasi tentang Amerika, Jepang, dan China.

Nah, sekian dari tips-tips aku buat para pemula! Benernya aku juga masih pemula kok. Sama-sama belajar yaa. Kalau semisal ada yang mau sharing atau tanya-tanya bisa comment di bawah ya. Maaf kalau semisal ada kata-kata aku yang salah. Kalian bisa bilang ke aku biar aku bisa benerin juga. Thank you guys for reading semoga ini bermanfaat buat kalian semua.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply