Cara Mengatur Keuangan Sejak Dini

1. Membuat Rencana Pengeluaran

Membuat rencana pengeluaran sangat diperlukan karena kita bisa kasih budget untuk pengeluaran kita selama sebulan itu. Semisal kita bisa mbuat budget untuk

Shopping Rp. 500.000
Pulsa Rp. 100.000
Transportasi Rp. 500.000
Tabungan 20-30% dari penghasilan
Dan lain-lain.

2. Investasi

Selagi kita masih muda, perlu banget untuk investasi sejak dini. Aku ada beberapa saran bagi kalian yang masih pelajar ataupun pekerja untuk memulai investasi.

a. Deposito

Bagi kalian yang gak risk-taker, kalian bisa mulai dengan deposito. Nah jadi deposito itu apa sih? Gampangnya, kalian naruh uang di bank selama beberapa bulan, pilihannya ada 1,3,6,12 bulan (tiap bank menawarkan bunga yang kompetitif) tapi kalian gak bisa ngambil selama beberapa bulan itu. Contohnya, aku nyimpan uang di Bank X sebesar Rp. 10.000.000, dan aku masukan deposito selama 12 bulan, dengan bunga 6.5%. Jadi selama 12 bulan itu, aku gak bisa ngambil uang tersebut. Kalau kalian ambil uang tersebut, kalian akan kena penalty. Bunga yang ditawarkan oleh deposito emang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa.

Cara menghitung keuntungan dari deposito:

= Bunga x Uang yang dimasukkan di Deposito x Jumlah Hari /365 x 20% (Pajak Deposito)
= 6.5% x Rp. 10 Juta x (360/365)
= Rp.641.095 – 20% ( Pajak Deposito)
= Rp. 512.876

Jadi selama kalian deposito uang kalian selama 12 bulan itu dengan uang Rp.10.000.000 kalian akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 512.876.

b. Reksadana

Apa sih reksadana itu? Reksadana itu kumpulan uang dari beberapa orang atau investor. Nah uang ini nantinya akan dikelola atau di manage oleh manager investasi. Nantinya, manager investasi ini akan memakai uang dari investor untuk membeli saham, obligasi, dan lain-lain. Ada 4 macam reksadana yang kalian bisa pilih.

i. Reksadana Pasar Uang

Reksadana Pasar Uang itu adalah reksa dana tapi investasinya itu di Deposito Berjangka, Obligasi ( <1 tahun), dan Sertifikat Bank Indonesia. Jika kalian mencari investasi dengan resiko yang rendah, kalian bisa memilih reksadana pasar uang ini. Hasil dari reksdana pasar uang ini tidak jauh berbeda dengan deposito karena sebagian dana dar investor ditempatkan di deposito.

ii. Reksadana Saham

Diantara para reksadana-reksadana lainnya, keuntunggan dari reksadana saham yang paling tinggi loh. Hah kok bisa? Iya karena adanya fluktuasi dari harga saham. Dana investor yang diperoleh akan ditempatkan di pasar modal atau saham. Keuntungan dari reksadana saham ini diperoleh dari naik turunnya harga saham yang berada di pasar modal. Dibanding tipe-tipe reksadana lainnya, reksa dana saham ini memiliki resiko yang lebih tinggi.

iii. Reksadana Pendapatan Tetap

Kalau reksadana yang satu ini sebagain dana investor ditempatkan di surat utang atau obligasi. Setidaknya 80% dari investasi di pendapatan tetap ini bersifat utang. Jika kalian ingin berinvestasi di reksadana ini, setidaknya kalian harus menempatkan selama 1-3 tahun. Investasi ini kurang cocok bagi kalian yang ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu jangka pendek.

iv. Reksadana Campuran

Sesuai dengan namanya reksadana ini menawarkan kombinasi investasi dari beberbagai macam instrument. Biasanya manager investasi akan mengelola dana investor di pasar uang, pasar modal/saham, deposito, dan obligasi. Keuntungan yang didapat dari reksadana campuran ini tidak sebesar reksadana saham dan cenderung memiliki tingkat resiko yang rendah.

c. Obligasi

Obligasi itu surat bukti utang yang diterbitkan oleh perusahaan swasta atau pemerintah kepada pemegangnya dengan imbalan bunga. Biasanya di surat utang tersebut ada nilai nominal dari obligasi dan tingkat bunga. Nilai nominal ini adalah nilai yang harus dibayar perusahaan sampai waktu obligasi jatuh tempo. Kalau bunga obligasi ini adalah presentase yang harus dibayarkan kepada pemegang obligasi. Obligasi ini bisa juga diperjualbelikan loh. Kalian bisa menemukan berbagai pilihan obligasi di bank-bank seprti BCA, Mandiri, BNI, BRI, OCBC, HSBC, dkk.

d. Pasar Modal / Saham

Pertamanya aku bener-bener males denger mengenai saham. Karena aku denger dimata orang-orang kalau bisa bikin bangkrut dll. Nah, akhirnya papa aku bilang katanya suruh coba-coba dlu aja. Tapi, aku gak mau kalau coba tapi gak ngerti apa-apa. Jadi, aku banyak banget beli buku mengenai saham ini. Aku baca tiap hari sampe aku bener bener ngerti. Dari yang awalnya gak ngerti aku jadi ngerti sekarang. Meski aku bukan pro dalam saham, tapi aku ada niat nih untuk belajar dan semoga ilmu yang aku dapet ini bisa bermanfaat buat kalian semua.

Jujur kalau kalian baca di google atau di buku mengenai saham ini kalian bakal ngantuk. Aku jelasin dengan bahasa yang semoga kalian mengerti ya. So, pasar modal or saham ini apa sih? Banyak banget dari kalian yang kapan hari sempet request ke aku untuk buat YOUTUBE dan BLOG untuk saham dan akhirnya aku buat nih. Setelah sekian lama aku akhirnya berniat buat blog. YEAYYY! Ok lanjut lanjut, jadi di pasar modal ini ada beberapa pelaku ya itu, Bursa Efek Indonesia (BEI), Perusahaan Publik (Emiten, pokoknya perusahaan kalau ada Tbk dibelakangnya pasti ada di pasar modal), investor (kayak aku nih), dan perusahaan sekuritas.

Next, di pasar modal ini kita sebagai investor bisa membeli saham dari Perusahaan Publik yang sudah tercatat di BEI. Jika kalian menjumpai perusahaan yang ada Tbk dibelakangnya, itu berarti perusahaan udah terdaftar di BEI. Contohnya, PT. BCA Tbk, PT. Astra, PT. Gudang Garam Tbk,, dll.

Kalian bisa daftar di beberapa perusahaan sekuritas untuk bisa memulai invest di pasar modal. Menurut aku alangkah baiknya jika kalian daftar di perusahaan sekuritas milik pemerintah. Contohnya, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Dana Reksa, dan BRI sekuritas. Menurut aku lebih aman sih. Hehehe. Untuk kelanjutan saham ntar aku bahas di next post ya.

3. Membuat Dua Rekening Bank

Kalau menurut aku, bagi kalian yang masih pelajar atau yang baru bekerja, memiliki dua bank account merupakan tips yang baik untuk memulai menabung. Mungkin yang baru gajian, kalian bisa masukin beberapa % uang dari gaji kalian untuk dana darurat atau tabungan lainnya. Nah yang satu lagi, kalian bisa pakai untuk pengeluaran kalian. Tanpa kalian sadari, kalian akan me-limit pengeluaran kalian dan bisa meningkatkan kesadaran kalian untuk menabung. Kalau aku, untuk tabungan darurat aku, aku cari bank yang bener-bener jarang aku lihat. Contohnya, CIMB Niaga, Maybank, dll. Dulu aku sempet kerja sih di Maybank selama beberapa bulan, dan aku lihat jarang banget ada atm Maybank.

4. Membuat Bisnis Lain

Membuat bisnis sampingan juga merupakan ide bagus bagi kalian yang ingin mendapatkan income tambahan. Kalian bisa mulai jadi reseller di beberapa toko dan menjualnya lagi. Atau semisal kalian ada hobby lain, kalian bisa kembangkan hobby itu untuk dijadikan sebagai masukan tambahan. Siapa tahu dari bisnis tambahan ini malah jadi besar.

5. Mencatat Setiap Pengeluaran

Mencatat setiap pengeluaran ini penting bangetttttt bangettt! Kenapa aku bilang penting banget? Dengan mencatat setiap pengeluaran kalian, kalian bisa lihat, kalian paling banyak spending di mana. Dari sana kalian bisa control pengeluaran kalian. Terus dengan mencatat pengeluaran kalian, tanpa kalian sadari kalian bisa limit sendiri pengeluaran perbulan kalian. Aku ada rekomendasi app, namanya WALLY, kalian bisa download di ios or Android. Aplikasi ini membantu kalian untuk mencatat pengeluaran kalian.

Ok, sekian dari tips-tips saya bagaimana cara mengatur keuangan sejak dini! Bagi kalian yang ada ide lain untuk mengatur keuangan, kalian bisa comment di bawah ini ya. Thank you guys for reading.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *